Saat Harapan Tidak Sesuai Dengan Kenyataan Hidup

Saat Harapan Tidak Sesuai Dengan Kenyataan Hidup

Wiily Ahmadi - Saat Harapan Tidak Sesuai Dengan Kenyataan Hidup, Hidup memang sulit untuk di tebak. Semuanya penuh dengan misteri dan sandiwara. Terkadang orang yang kita anggap baik dapat menghianati kita begitu saja dengan cara yang sadis dan tidak manusiawi. Cobaan demi cobaan terkadang datang tak terduga dan tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Mengapa kita harus tangguh menghadapi cobaan? sebab cobaan itu bagian dari hidup kita dan ada kebaikan dari cobaan tersebut yang akan kita peroleh nantinya ketika cobaan tersebut telah usai kita alami. Kita tidak bisa menghindari cobaan selama hidup ini masih berlanjut. Maka daripada kita menghindari cobaan,alangkah baiknya kita membina diri sendiri untuk menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi cobaan di kehidupan ini. Menyikapi cobaan dengan berfikir positif sebenarnya sudah cukup membatu diri kita sendiri, sebab sikap positif akan melahirkan semangat tidak akan pernah menyerah, semangat mencari solusi, dan yang jelas, jika sikap positif itu berdasarkan Al Quran dan hadits, diiringi dengan niat ikhlas, maka kita PASTI akan mendapatkan balasannya di akhirat nanti.

Seringkali kita merasa bahwa hidup ini tidak adil, ketidakadilan ini bermula saat kenyataan yg kita hadapi tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Semua apa yang kita lakukan selalu salah dan salah! Kehidupan selalu mengalir seperti sungai diantara 2 tepian. Alirannya mengalir begitu deras melewati bebatuan terjal dan air terjun yang bergelora. Lalu sang sungai perlahan- lahan melebar dan meluas, hingga tepiannya semakin menjauh serta air yang mengalir lebih tenang dan akhirnya menuju ke lautan yang luas. Keinginan lahir dari cita-cita atau bisa juga merupakan rencana hidup kita seperti visi dan misi hidup, dan kenyataan merupakan sesuatu yg kita alami, harus dihadapi, tidak bisa dihindarkan dan diabaikan dalam kehidupan ini. Kenyataan yg pahit yang sering kali kita alami, terasa begitu nyata seperti fakta gunung es yang ketika berada di atas kapal laut tak terhindarkan harus menabrak, seberapa piawainyapun sang nakhoda semua akan sia-sia karena jalur yang kita lalui memang harus kita lalui... Dan seseorang merasa hidup ini lebih tidak adil saat ikhtiar dan doa pun sudah dipanjatkan beriringan dengan kepasrahan yang sangat mendalam dari lubuk hati.


Kekecewaan bertumpuk-tumpuk, seperti awan kelam yg menggulung tatkala akan hujan deras membawa banjir dan longsor. Sebelum menghadapinyapun kita sudah takut, karena imajinasi kita tentang kekelaman yg kita akan hadapi sudah tertancap dalam pikiran, oh hari esok rasanya berat, oh entah kepahitan apa lagi yg akan menjemput jiwa. Dan benarlah saatnya tiba kita begitu rapuh, lemah, terkulai, kesesakan tatkala bangun pagi menjadi rutinnya kehidupan.

Saat-saat seperti itu yg menguatkan saya adalah perkataan Allah SWT dalam Al-Baqarah ayat 216, bahwa sesuatu yg terasa tidak baik atau kita membencinya, bisa jadi itu adalah hal yg baik untuk kita dan sebaliknya bila kita merasa sesuatu itu baik untuk kita bisa jadi amat buruk untuk kita, karena hanya Allah SWT yg Maha Mengetahui.

Untuk beberapa individu memang hal ini terasa klise, tapi memang setelah dijalani inilah kenyataannya. Kita tidak akan pernah mengetahui sesuatu itu baik atau buruk disaat kita belum melalui nya dan merasakan hikmah atau arti sesungguh nya dari yg kita alami.

Saat sekarang ini akan terasa mudah untuk mengatakan bahwa orang lain tidak akan pernah mengerti apa yg kita rasakan dan mereka hanya bisa memberikan justifikasi terhadap kenyataan pahit hidup yg kita alami, memang lebih mudah untuk menghindari nasihat2 yg terasa menghakimi dibandingkan dengan berkontemplasi atau merenung sejenak apakah memang nasihat itu merupakan solusi untuk masalah kita. Lingkaran setan ini yg terus mengelilingi kita disaat hidup terasa begitu pahit, yaitu kita mendapatkan kenyataan tidak sesuai dengan keinginan/pengharapan lalu dengan mudahnya kita menepis pertolongan orang dan menjauh dari sang Khalik.

Percaya atau tidak, bahwa di hidup ini ada mukjizat, sesuatu yg dikira atau dinalar tidak masuk akal namun terjadi. Terkadang hal ini terjadi di saat kita merasa sudah lelah bergulat dengan hidup, namun kita masih memiliki secercah harapan kepada Allah SWT, disaat kita merasa tidak ada lagi orang yg perduli terhadap kegetiran hidup yg kita alami, namun kita masih bisa bersabar untuk mendapatkan bantuan Allah, La-Haula Walla Quwata Illa Billahil Alliyil Adzim, tiada pertolongan dan daya upaya yg datang selain dari Allah. Kita jangan takut akan suatu masalah tapi kita harus takut jika kita tidak mendapatkan pertolongan dari Allah SWT dalam mengahadapi masalah.

Saat masalah dirasa telah menggunung, dan terlihat seolah tidak mungkin ada jalan keluarnya. Mulai berbaik sangkalah kepada Allah SWT bahwa semua ini diciptakan berpasang-pasangan. Ujung pelangi memiliki ujung pelangi yg lain, embun pagi terasa indah bila dipasangkan dengan pagi hari begitu juga dengan kesedihan dipasangkan dengan kebahagiaan, ini sudah merupakan janji Allah SWT.

Begitu juga dengan masalah, memang Allah pasangkan dengan doa, karena bila ditilik lebih jauh doa itu erat kaitannya dengan sabar dan sholat. Di dalam kesabarannya dalam menghadapi cobaan dan ujian, seseorang selalu memanjatkan doa nya kepada Allah SWT. Bentuk doa yg paling hakiki ialah sholat, yg di dalamnya terdapat ribuan bentuk zikir atau mengingat Allah SWT.

Disayangkan banyak orang yg menganggap remeh kekutan dari doa, doa itu sangat dahsyat, doa merupakan bentuk kepasrahan dati diri manusia di hadapanNya, doa merupakan komunikasi langsung yg mendekatkan jarak antara hamba dengan PenciptaNya, doa merupakan bentuk pinta dari kita terhadap Yang Maha Dipinta.

Manusia seringkali merasa sibuk atau mungkin disibukkan dengan logika berpikir rasional nya, bahwa doa itu hanya pelengkap dari usaha kita, doa merupakan hal yg tidak masuk di akal bila dilihat dari kemampunannya menyelesaikan masalah.

Bila dihayati doa itu terasa nikmat bila dikemas dengan kepercayaan yg mendalam terhadap kekuatan dari doa, Allah SWT begitu menyukai hambaNya yg berdoa di setiap saat nya, hanya untuk meminta ditunjukkan bus mana yg seharusnya diambil untuk menghindari macet sampai ke doa pilihan pasangan hidupnya. Karena memang selayaknya itulah posisi pentingnya Allah SWT dalam kehidupan kita.

Setelah tangisan terasa sudah mengering, saat terasa keinginan untuk mengakhiri hidup sudah mengkungkung, ingatlah bahwa daun yg jatuh saja itu atas ijin Allah SWT, apalagi insan manusia yg dijadikanNya khalifah di muka bumi ini, pasti telah diatur skenario hidupnya. Wajar memang bila kesedihan mendera kita yg amat sangat, namun apakah kita pernah meminta untuk”dipeluk”oleh Allah SWT dalam rintihan doa-doa kita, dipeluk oleh lindungan dan pertolonganNya untuk menghindari keputusasaan yg sering menghampiri kita?

Terkadang kita merasa “pelukan” yg berarti & bisa dirasakan hanya datang dari manusia, sedangkan ”pelukan”yg terasa memeluk kita dari perbuatan keputusasaan, yg begitu tulus dan tidak minta untuk “dipeluk” kembali hanya pelukan dari Allah SWT, dan yg harus kita lakukan untuk mendapatkan pelukan yg tulus dan begitu menghangatkan jiwa, hanyalah memintanya lewat doa-doa dan tangisan rintihan kita memohon pelukanNya, hanya itu...

Sehingga semoga secercah pemikiran dan pengalaman di atas bisa menumbuhkan perasaan bahwa kepedihan hidup dialami semua orang, bahwa kita tidak sendirian, kenyataan tidak sesuai dengan keinginan adalah hal yg wajar kita alami, kebersamaan dan berbagi rasa semoga bisa menjadi solusi untuk menghadapi kesedihan, bukan berlarut dengannya.

Optimisme harus kita kobarkan dalam jiwa, yg terkadang meredup oleh kerasnya badai, dan pondasi optimisme itu kita tancapkan pada keyakinan bahwa Allah selalu bersama kita, bantuannya akan selalu datang pada mereka yg meminta.

Untuk Itu Berikut Beberapa Tips Untuk Menghadapi Cobaan Dalam Kehidupan Ini:

1. DUNIA INI SEMENTARA, ALLAH PENENTU SEGALANYA
Sentiasa menyedari bahawa hidup di dunia ini hanya lah sementara dan permainan sahaja. Kita hidup atas dunia ini hanya sekali, jadi kita tidak boleh mensia-siakannya dengan sesuatu yang tidak bermakna.Ikhtiar yang disertai dengan niat yang sempurna itulah yang perlu ada. Perkara apapun yang terjadi, kita patut serahkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Tahu agar menentukan yang terbaik buat kita. Kita harus sedar betul bahawa, yang terbaik bagi kita menurut pandangan kita, belum tentu terbaik bagi kita menurut Allah Ta’ ala. Pengetahuan kita tentang diri kita atau tentang apapun amat terbatas. Sedangkan pengetahuan Allah menyeliputi segala-galanya. Sehingga betapa pun kita sangat menginginkan sesuatu, tetapi hati kita harus kita persiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapan kita. Kerana mungkin itulah yang terbaik bagi kita. Ingatlah bahawa, ALLAH itu Maha Adil lagi Bijaksana.


2. RIDHA
Realiti hidup yang terjadi pada kita, kita kena terima dengan redha dan seadanya. Itulah kenyataan dan episod hidup yang harus kita jalani. Emosional, sakit hati, tertekan, atau apa jua perkara yang membuat hati kita menjadi kecewa dan sengsara, harus kita tinggalkan. Ingatlah bahawa, samaada kita tertekan dan tidak gembira, atau kita tidak tertekan dan gembira, ia tetap begitu jadinya.Maka adalah lebih baik kita redha dan terima apa yang terjadi dengan berlapang dada dan hati yang terbuka. Perih kita telan, manis pun kita telan. Nikmatilah pahit manis itu seadanya.


3. INGAT JANJI ALLAH
Meyakini bahawa hidup ini bagai siang dan malam yang pasti silih berganti. Tak mungkin siang terus menerus dan tak mungkin juga malam terus menerus. Pasti setiap kesenangan ada hujungnya begitulah masalah yang menimpa kita, pasti ada akhirnya. Kita harus sangat sabar menghadapinya. Ujian yang diturunkan Allah kepada kita, pasti sudah ditetapkan dengan penuh keadilan. Tak mungkin ujian yang menimpa itu, melampaui batas kemampuan kita. Kerana Allah tak pernah menzalimi hamba-hambaNya. Ingatlah bahawa, semua fikiran negatif dan emosi buruk kita hanya akan mempersulitkan dan menyengsarakan diri kita saja. Pujuklah h ati, agar kita tidak menekan diri sendiri. Hati dan fikiran kita dipujuk agar tetap tenang, tabah dan sabar. Kita harus berani menghadapi mehnah masalah ujian demi ujian. Kita tak boleh lari dari kenyataan. Kerana lari nya kita itu tak akan menyelesaikan masalah. Bahkan ia sebaliknya hanya akan menambah permasalahan.Jadi, semua yang berlaku harus kita hadapi dengan baik. Kita tak boleh menyerah mudah, kita tak boleh kalah menyerah. Pastinya segala sesuatu itu ada akhirnya. Begitu jualah permasalahan yang kita hadapi. Seberat manapun ujian Allah pada kita, yakinlah dengan janji Allah Ta’ ala : “Fa innama’al usri yusran, inna ma’al usri yusran”. Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, dan bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. Janji Allah itu pasti benar. Kerana itu, apalah guna kita menekan diri.

4. PASTI ADA HIKMAH
Semua apa yang terjadi, samaada baik atau buruk, terjadi adalah dengan izin dan kehendak Allah Ta’ ala. Dan pastinya Allah tak mungkin berbuat sesuatu dengan sia-sia.Setiap sesuatu perkara itu, pasti ada hikmah disebaliknya. Sepahit mana pun derita yang kita tanggung, pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya jika kita terima dan hadapi dengan sabar dan redha. Cuba kita renung dan fikirkan, kenapa Allah mentakdirkan semua ini menimpa kita. Setidak-tidaknya ia adalah sebagai peringatan atas dosa-dosa dan kelalaian yang kita telah lakukan. Atau mungkin Allah mahu naikkan darjat dan kedudukan kita di sisi Nya.Mungkin agak sukar untuk kita sedar kesilapan dan kesalahan yang telah kita lakukan. Namun, iktibar dari setiap ujian yang menimpa sebenarnya mencerminkan amalan dan tingkah laku yang kita lakukan. Tak usah takut atau bimbang menerima kekurangan dan kesilapan yang kita telah lakukan. Yang penting, kita mesti berazam sungguh-sungguh untuk memperbaiki kelemahan yang ada. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat. Muhasabahlah diri, bertaubat atas dosa dan mohonlah hidayah dan kekuatan daripadaNya.


5. ALLAH SAJA PENOLONG KITA
Kita wajib meyakini bahawa, walau seluruh manusia, jin dan semua makhluk atas dunia ini bergabung untuk menolong kita sekalipun, ketetapan Allah tetap akan berlaku. Semua usaha pasti tidak akan membuahkan hasil tanpa izin Allah Ta’ala. Hati kita mesti bulat yakin sepenuhnya bahwa hanya Allah lah satu-satunya yang dapat menolong dan memberi jalan keluar terbaik daripada sebarang perkara yang terjadi. Allah Maha Berkuasa atas segala-galanya. Dialah pemilik dan penguasa segala sesuatu. Dialah yang mengatur segala-galanya.Maka, kita harus bermunajat dan berusaha menagih simpati daripadaNya agar menolong kita. Mengadu dan dekatilah Allah dengan membuat amalan yang disukaiNya. Pohonlah hidayah, kekuatan dan pertolongan daripadaNya. Bebaskan hati dan diri kita daripada mengharap pada makhluk dan selain daripada Allah. Tagih dan pintalah pertolongan dengan sabar dan solat. Ingatlah firman Allah Ta’ ala yang bermaksud “ Barang siapa bertakwal kepada Allah, niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi rezeki dari arah yang tak disangka-sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah nescaya akan dicukupi segala keperluannya.”(QS [65] : 2-3)

Akhir kata, aku doakan semoga dikau tabah menghadapi dugaan dan ujian hidup yang sementara ini. Jaga lah hubungan dengan Allah. Buatlah segala apa yang diperintahkanNya. Dan tinggalkanlah semua laranganNya. Semoga dikau beroleh petunjuk dan diberi kekuatan oleh Allah dalam mengharungi hari-hari mendatang. All the best! Kepada semua pembaca , saya juga mendoakan agar anda semua diberkati dan dirahmati oleh Allah Ta’ala. Semoga hidup kita aman bahagia dan ceria selalu.

Kisah tulisan bermanfaat dari seseorang yang mengalami dan merencanakan kehidupan yang harus bagimana mestinya dialami Dan Taat Kepada Illahi.