Bagimana Bisnis Dan Pemasaran Itu Berubah

Bagimana Bisnis Dan Pemasaran Itu Berubah

Pasar sebagai lokasi bertransaksi tidak lagi seperti yang biasa dikenal selama ini. Pasar berubah secara radikal sebagai akibat dari adanya kekuatan sosial utama dan saling bertautan satu sama lain sehingga menciptakan prilaku-prilaku baru, peluang baru, dan tantangan baru. Kekuatan tersebut berupa:


1. Adanya kemajuan teknologi seperti teknologi digital, sehingga orang dapat berbelanja melalui internet, jual-beli berlian tidak harus datang ke tempat lelang di london tapi cukup diakses dari manapun mereka berada pada saat lelang itu dilaksanakan sehingga perusahaan pun tidak lagi memerlukan banyak toko pengecer seperti yang selama ini dilakukan.

2. Adanya proses globalisasi: semakin berkurangnya hambatan antarnegara karena adanya revolusi teknologi transportasi, komunikasi, dan informasi.

3. Diberlakukannya berbagai ketentuan tentang deregulasi: pemerintah di berbagai negara menderegulasikan ekonominya untuk menciptakan situasi persaingan yang lebih bebas dan peluang pertumbuhan yang lebih banyak.

4. Proses privatisasi: negara tidak lagi menguasai atau memiliki mayoritas aset-aset produktif dalam bentuk perusahaan milik negara tetapi lebih banyak mendorong aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh sektor swasta.

5. Pemberdayaan terhadap konsumen dengan meningkatnya tingkat pendapatan masyarakat, konsumen menjadi lebih berdaya sehingga menuntut kualitas produk yang lebih baik.

6. Kustomisasi produk yang artinya produk harus lebih banyak disesuaikan dengan kebutuhan kelompok pribadi tertentu misalnya untuk produk sepatu tidak dibedakan menurut usia dan gender tetapi lebih disesuaikan dengan kebutuhan pengguna misalnya ada sepatu formal, kasual, dan sepatu olahraga. Sehingga perusahaan harus diferensiasi dari produk. Pada industri mobil dikenal tingkat kualitas mobil kelompok mobil murah, kualitas ekonomi, kualitas standar, kualitas menengah atas, dan kelompok mobil mewah, serta super mewah.

7. Terjadinya peningkatan dalam persaingan: persaingan tidak lagi hanya terbatas antarproduk yang sama dengan berbagai merek yang berbeda tapi juga antarproduk dan kualitas berbeda, dan produk domestik dengan produk ekspor impor.

8. Terjadinya konvergensi industri batas-batas suatu industri menjadi semakin kabur karena perusahaan mencari dan menciptakan peluang baru baik yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan bisnisnya terdahulu. Dari perusahaan yang semula merupakan bisnis kimiawi melalui riset biogenetik berubah menjadi perusahaan farmasi yang memproduksi obat-obatan baru, barang kosmetik baru, bahkan bahan makanan baru. Contohnya Shiseido yang semula termasuk industri kosmetik sekarang memiliki portofolio obat-obatan untuk penyakit kulit.

9. Transpormasi industi ritel: dari toko pengecer kecil berubah menjadi pengecer besar dan pengecer raksasa (hypermarket) dengan cara menambahkan produk makanan dan groseris dengan counter-counter untuk hiburan anak-anak dan coffe bar. Proses transformasi seperti ini membutuhkan luas toko yang lebih besar, lebih representatif, peralatan yang lebih baik, menyediakan kondisi berbelanja yang lebih nyaman sehingga membutuhkan tambahan investasi yang sangat besar.

10. Terjadinya disintermediasi: produsen tidak lagi membutuhkan bantuan para pedagang perantara tapi melalui online marketing sehingga dapat melakukan komunikasi, promosi, dan pengiriman barang dan jasa secara langsung pada pelangggannya. Produsen seperti ini biasa disebut click sores. Apabila produsen selain menggunakan online marketing juga masih menggunakan fungsi perdagang perantara maka produsen seperti ini disebut Brick & Click stores.