Orientasi Perusahaan Terhadap Pasar Produknya

Orientasi Perusahaan Terhadap Pasar Produknya

Falsafah perusahaan atau orientasinya dapat memandu bagaimana kegiatan pemasaran perusahaan harus dilakukan. Terdapat beberapa pilihan konsep di mana organisasi perusahaan harus melaksanakan aktivitas pemasarannya. Konsep tersebut adalah sebagai berikut:


1. Konsep produksi (the production concept). Menurut konsep ini konsumen akan lebih menyukai dan memilih produk-produknya yang tersedia secara luas, mudah diakses, dan tidak mahal. Untuk memanfaatkan konsep ini perusahaan perlu berusaha meningkatkan efisiensi produksinya setinggi mungkin, menekan biaya-biaya, dan melakukan distribusi massal.

2. Konsep produk (the product concept). Menurut konsep ini konsumen cenderung lebih menyukai produk yang berkualitas tinggi, berkinerja baik, dan memiliki fitur yang inovatif. Artinya produk harus berkualitas superior dan selalu diperbaiki dari waktu ke waktu sesuai perubahan teknologi.

3. Konsep penjualan (the selling concept). Beranggapan bahwa baik konsumen maupun bisnis sebagai pembeli, bila dibiarkan saja tidak akan melakukan pembelian dalam jumlah yang memadai meskipun produk itu berkualitas bagus. Untuk memperoleh pembelian yang lebih besar perusahaan harus melaksanakan upaya penjualan yang agresif dan upaya promosi yang intensif.

4. Konsep pemasaran (the marketing concept). Pada pertengahan 1960-an muncullah suatu konsep yang tidak lagi terfokus pada produk atau penjualan atau yang disebut dengan make & sale Philosophy bisnis bergeser menjadi Consumer Centered yaitu suatu falsafah berdasarkan A Sense and Respond. Dengan falsafah ini tugas pemasaran tidak lagi berusaha mencari konsumen yang tepat untuk produk perusahaan, tetapi menghasilkan produk yang tepat untuk pelanggan perusahaan.

5. Konsep pemasaran holistik (the holistic marketing concept). Pemasaran di abad 21 semakin menyadari untuk memiliki pendekatan yang semakin lengkap yang melampaui aplikasi tradisional. Dari konsep pemasaran terdapat 4 komponen yang membentuk holistic marketing yaitu:

a. Relantionship Marketing : kegiatan ini bertujuan untuk membangun hubungan timbal balik yang memuaskan kedua belah pihak dengan pihak-pihak yang terlibat yakni konsumen, supplier, distributor, dan mitra pemasaran yang lain.

b. Integred marketing : tugas pemasaran yang utama adalah membangun aktivitas marketing berupa program-program pemasaran yang terintegrasi secara penuh untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyerahkan nilai-nilai bagi konsumen (sensing, creating, communicating, dan delivery of value kepada pelanggan)

c. Internal Marketing: pemasaran kedalam ini untuk menjamin bahwa semua bagian dalam organisasi harus menyadari dari melaksanakan prinsip-prinsip pemasaran yang benar. Hasil dari pemasaran internal berupa kesadaran dan sensitivitas yang membantu meningkatkan kepuasan konsumen.

d. Social responsibility marketing: pemasar juga harus memahami dan memiliki perhatian yang lebih luas tentang masalah etik, lingkungan, konteks hukum dan sosial tentang aktivitas pemasaran, misalnya ketentuan tentang pelestarian lingkungan, green marketing, dan eco label.